suatu hari ada Anak Pramuka yang sedang Melakukan haiking ke atas bukit . Rizki pun ingin ikut melihat mereka tetapi ia bukanlah teman dari anak Pramuka tersebut .
" Aku ingin sekali ikut haiking bersama anak-anak itu , tetapi aku bukan anak pramuka , gimana ya ? Biar aku bisa ikut ? " Rizki merenung sambil memikirkannya .
Sambil berjalan ia pun teringat Bahwa ada perkerjaan yang belum diselesaikan olehnya .
"Ohh iya , aku lupa , ada perkerjaan yang belum aku selesaikan . Jadi , dari pada aku ikut haiking dengan anak pramuka itu , lebih baik aku selesaikan dulu pekerjaanku . "
Rizki membatalkan niatnya untuk haiking bersama anak pramuka itu.ia pergi ke sungai untuk mencari batu . Ia membantu perkerjaan orang tuanya karena ayahnya telah lama meninggal .
" Kami anak pramuka ..... Rajin dan Berani .. Riang dan bergembira .... La ...lala ... Lala..la..la..laa.... " Seru kelima anak pramuka Doni , Fajar , Rika , Dini dan Pian .
"Hey , kalian senang gak haiking kali ini ? " Tanya doni pada temannya .
" Kami sangat senang don. " jawab teman-temannya .
"Ohh iya kita mau ke puncak bukit ya ? " Tanya Dini kepada temannya .
"Iya dong" jawab temanya serentak dengan nada gembira .
"Kita lewat jalan mana ?" Tanya Dini lagi .
"Lewat hutan bambu saja, disitu kan lebih seru , pemandanganny juga sangat indah" Jawab Pian
"Jangan , disitu agak berbahaya . Jalannya pun jelek ." Bantah rika .
"Lewat sungai saja , disitu tidak berbahaya . jalannya juga bagus , pemandangannya juga masih indah." Jawab Fajar .
"Ok , baiklah . Setuju kan klo kita lewat sungai ? " seru Doni kepada temannya .
"Setuju " seru temannya kecuali Pian
"Kenapa Pian , kamu gak setuju ya ?" Tanya Doni
"Iya , lewat hutan bambukan lebih seru ." Jawab Pian
"Tapi disana berbahaya , banyak binatang buas dan jalannya jelek ."Bantah Doni.
"Ya sudah , aku setuju " Pian menuruti kata Doni .
"Baiklah kita lewat sungai " seru Doni pada temannya .
"Horee , mari kita berangkat " seru Fajar gembira
"Lala La ....la La .....La " seru nyanyian 5 Anak Pramuka itu gembira .
Lalu mereka sampai di sungai yang ditanyakan tadi .
"Lihatlah , pemandangannya sangat indah , jalannya pun bagus " seru Doni kepada temannya .
" Iya benar don " kata Dini.
"Wah udaranya sejuk sekali " seru Rika "sungainya masih bersih , siapa yang mau mandi disini " seru fajar dengan nada bergurau .
Rizki yang sedang mencari batu di sungai melihat anak pramuka yang sedang beradah diatas jembatan .
"Wah itu mereka nampaknya , seru sekali sepertinya mereka " kata rizki sambil melihat mereka
"Tapi aku harus membantu orang tuaku ". Rizki langsung melanjutkan perkerjaannya .
"Wah disini udaranya dingin ya , hehehe" kata Doni sambil bercanda
"Iya dong don , kita kan udah hampir ke puncak " jawab Dini
Tiba-tiba Fajar melihat kejadian yang tidak terduga .
"Ehh lihat itu " seru fajar kaget.
"Mana- mana ! " Tanya keempat anak pramuka serentak heran .
" Itu lihat ada anak yang minta tolong " seru fajar sambil menunjuk anak yang minta tolong .
" Ohh iya , mari kita tolong " seru rika sambil menuruni jembatan .
"Sudahlah , dia baik-baik saja . Kita kan mau kepuncak " seru pian dengan nada enggan menolong
Tapi fajar tetap menuruni jembatan dan mengikuti teman-temannya karna semua anak-anak ingin menolong anak itu .
Ternyata anak yang minta tolong itu adalah Rizki yang sedang mencari batu di sungai .
"Tolong......tolong......" Seru rizki .
"Kenapa dek ? " Tanya doni
"Saya terseret arus kak " jawab rizki .
"Wah tangan kamu berdarah dek " seru fajar dan rika serentak .
"Sini tangannya dek , biar kami obati " kata rika dan dini sambil mengambil kotak p3k di dalam tasnya
"Aduh kak , sakit . Pelan-pelan kak "
Lalu mereka mengobati tangan rizki dengan obat seadanya yang ada di kotak p3k mereka .
Tangan rizki pun di perban hingga darahnya tidak mengalir lagi .
"Lukanya cukup besar dek tapi sudah di tutupi perban " seru rika dan dini prihatin.
"Adek tadi lagi ngapain disini ? " Tanya doni penasaran
"Saya lagi mencari batu kak " jawab rizki .
"Udahlah , diakan sudah sembuh , mari kita lanjutkan haiking kita lagi . Kan udah ampir ke puncak " seru Pian
"Udalah pian , kita lanjutin minggu depan aja haikingnya kasian anak ini " jawab doni menasehati Pian .
"Ya sudah baiklah , maafkan aku " jawab Pian dengan muka murung .
"Untuk apa cari batu dek ?" Tanya doni lagi kepada Rizki .
"Saya membantu orang tua saya kak , ayah saya sudah meninggal , saya bantu ibu untuk beli beras , klo saya tidak mencari batu , dari mana kami bisa makan. " Jawab Rizki dengan muka murung .
"Ohh begitu , kebetulan dek kami punya uang khas 50 ribu yang rencananya ingin kami pakai untuk kebutuhan haiking kami ini . Tapi ya sudahlah , adek lebih membutuhkannya" kata Doni sambil memberikan uang itu kepada Rizki .
"Terimah kasih kak , semoga kebaikan kakak , akan digandakan oleh Allah SWT ." Jawab Rizki berterimah kasih kepada kakak-kakak Pramuka itu .
"Dek , kakak ada kenang-kenangan buat adek . Karena kami tidak menduga akan seperti ini . Ini ambillah baret Pramuka kakak " sambung Doni
"Kalo adek Sma nanti , jadilah sebagai anggota pramuka . Karena Pramuka adalah organisasi tempat pembentukan jati diri kita , diajarkan kekompakan dan lain-lain dek " Doni menasehati Rizki dengan gaya bagaikan ketua Pramuka nasional .
"Baiklah kak , akan aku simpan baret ini sampai tua nanti ." Seru Doni berterimah kasih.
"Ya dek , kami pamit dulu dek . Tampaknya kami ingin menerusan perjalanan . Soalnya masih pagi ni ." Seru Fajar sambil meninggalkan tempat itu .
"Iya kak , hati-hati dijalan . Kalo ada waktu mampir kerumah saya kak . Rumah saya ada di dekat jembatan ."
Seru Rizki dengan wajah sedih .
Setelah menolong Rizki , anak-anak Pramuka pun melanjutkan haikingnya kepuncak bukit karena hari masih pagi .
20 tahun kemudian Anak-anak Pramuka tadi pun telah sukses dan telah mendapatkan perkerjaan . Doni berkerja sebagai Camat dan Fajar berkerja sebagai lurah . Mereka pun bertemu lagi karna hari itu ada kunjungan Bupati dari luar kota .
"Hey fajar , kita ketemu lagi . Apa kabarmu " seru Doni kepada Fajar .
"Baik , kamu gimana . " "Iya sudah 20 tahun kita gak ketemu " jawab fajar gembira .
"Aku juga baik . Ohh iya , hari ini katanya ada bupati dari luar kota berkunjung disini ." Kata Doni memulai pembicaraan
"Ohh ya ?" Tanya Fajar heran .
Tiba-tiba ada mobil dinas yang datang .
"Tampaknya itu dia " seru Doni kepada Fajar .
Ternyata benar perkiraan Doni . Mereka pun langsung menyambut kedatangan bupati tersebut . Mereka pun mengajak bupati itu ke ruangannya .
Mereka pun bercerita membahas kinerja para pegawai dan berbagai macam lainnya , dan pak bupati pun membuka jasnya dan menggulung bajunya menjadi tangan pendek .
Tiba-tiba Doni kaget melihat bekas luka ditangannya .
"Ehh pak , maaf itu bekas luka kena apa ? " Tanya Doni heran .
"Ohh ini luka saya waktu kecil , saat lagi mencari batu di sungai ." Jawab bupati dengan muka terharuh karna teringat masa lalu .
" saya jadi ingat masa lalu pak , dulu kami sempat membantu seorang Anak yang sedang terluka disungai karna terseret arus pak " sambut Fajar terharu .
"Ohh ya ? Apakah bapak dulu anak pramuka " tanya Pak bupati penasaran.
"Betul Pak , dulu kami anak pramuka" jawab Doni .
Tiba-tiba bapak bupati membuka tasnya dan menunjukkan sesuatu kepada mereka .
"Apakah bapak ingat ini ?" Pak bupati berkata sambil menunjukkan sesuatu .
Doni dan Fajar sangat terkejut melihatnya .
"Inikan baret Pramuka yang dulu aku berikan kepada anak yang minta tolong itu " seru Doni dengan nada kaget
"Iya benar , dari mana bapak mendapatkannya ?" Tanya Fajar heran.
"Saya lah anak yang minta tolong waktu itu pak " sambung Pak bupati " Saya selalu teringat kejadian itu , andai saja bapak tidak menolong saya . Mungkin tidak seperti ini jadinya saya " kata Pak bupati dengan Nada terharuh
Mereka pun menahan air mata , berjabat tangan serta berpelukan karena tidak menduga akan bertemu kembali .
~ Selesai